Pola kehidupan manusia yang memiliki tendensi untuk membuat banyak sekali sampah produksi dan konsumsi merupakan salah satu pendorong perubahan iklim di dunia ini yang semakin tahun semakin parah krisisnya. Salah satu yang paling mempengaruhi adalah bagaimana banyak sekali sisa makanan yang diproduksi dari rumah ke rumah. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi sampah makanan terbanyak.
Sisa makanan adalah masalah global yang signifikan dengan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang besar. Setiap tahun, sekitar 1,3 miliar ton makanan dibuang, yang setara dengan sepertiga dari produksi pangan global. Di negara maju, sebagian besar limbah makanan terjadi di tingkat konsumen dan ritel karena kebiasaan membeli berlebih dan standar estetika produk. Sementara itu, di negara berkembang, limbah lebih banyak terjadi dalam rantai pasokan karena kurangnya infrastruktur penyimpanan dan transportasi.
Dampak lingkungan dari limbah makanan sangat serius, menyumbang 8-10% emisi gas rumah kaca global dan menyia-nyiakan sumber daya seperti air dan lahan pertanian. Di sisi sosial, masalah ini kontras dengan kelaparan dunia, di mana 820 juta orang kekurangan pangan.
Solusi yang mulai diterapkan mencakup undang-undang yang mengharuskan supermarket menyumbangkan makanan berlebih, penggunaan teknologi seperti aplikasi penghubung surplus makanan, serta edukasi publik untuk mengurangi limbah di tingkat rumah tangga.